| |

PEMBAWA DAMAI

Mendengar kata pembawa damai sangat menyejukkan hati. Itulah yang menjadi tema Pendidikan Karakter Kristiani hari Sabtu, 20 Februari 2016. Pada kesempatan tersebut, kami diingatkan untuk selalu menjadi pribadi pembawa damai di mana pun berada. Kami menampilkan drama bagaimana kami menjadi pembawa damai di lingkungan sekolah. Memang kadangkala kami ada masalah dengan teman, tetapi kami selesaikan dengan baik dan saling memaafkan. Demikian juga saat adik – adik kami kelas I- III bermain ular tangga, hal itu juga melatih mereka menjadi anak – anak pembawa damai. Karena dalam permainan tersebut ada gambar-gambar yang menunjukkan sikap membawa damai dan ketidakdamaian.

pembawa_damai_2.jpgpembawa_damai_1.jpg

Cinta Indonesia

Are you Indonesian? Pasti setiap kita ketika mendapat pertanyaan seperti itu akan menjawab dengan cepat……. So pasti……tapi apakah betul kita itu cinta Indonesia? Apa buktinya? Nah, pada kegiatan hari Sabtu, 16 dan 23 Januari 2016, kami mengikuti kebaktian dan kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani. Kami belajar bagaimana cara menghargai budaya bangsa secara sederhana sebagai seorang siswa. Kami belajar membuat dan mewarnai tokoh – tokoh pewayangan serta mengelompokkan budaya dari beberapa provinsi di Indonesia sebagai wujud cinta kami kepada budaya bangsa. We Love Indonesia!

cinta_indonesia_5.jpgcinta_indonesia_4.jpgcinta_indonesia_1.jpgcinta_indonesia_2.jpgcinta_indonesia_3.jpg

Tidak Mempersalahkan Orang Lain

tidak_mempersalahkan_orang_lain_02.jpgtidak_mempersalahkan_orang_lain_03.jpgtidak_mempersalahkan_orang_lain_01.jpg

“Tidak Mempersalahkan Orang Lain” merupakan tema character building yang tepat bagi kami semua karena dalam kehidupan keseharian, kami seringkali lebih mudah mempersalahkan orang lain. Ternyata sulit sekali mengendalikan diri untuk tidak mempersalahkan orang lain. Ini terbukti saat kami harus menyusun piramida dari beberapa kartu dalam kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani hari Sabtu, 10 Oktober 2015. Oh My God… piramida yang sudah kami susun tahap satu, runtuh kembali saat giliran teman kami yang maju untuk melanjutkan, bagaimana kami tidak mempersalahkan teman kami? Ternyata dari permainan tersebut kami belajar bahwa kami pun bisa melakukan kesalahan juga seperti yang orang lain lakukan. So, mulai sekarang kami belajar tidak mempersalahkan orang lain tetapi mencari solusi agar tidak terjadi kesalahan lagi dan piramida kami bisa tersusun rapi. Dalam kehidupan sehari – hari, kami pun akan berusaha untuk tidak mempersalahkan orang lain, tetapi lebih instropeksi diri sendiri.

Sudahkah aku bersikap adil?

bersikap_adil_02.jpgbersikap_adil_01.jpg

Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2015, kami mengikuti kegiatan pendidikan karakter dengan tema Bersikap Adil. Sebuah video tentang petualangan si Kancil mengantar kami untuk belajar bersikap adil. Video tersebut mengisahkan seekor kancil yang mendengar teriakan seekor kerbau meminta tolong karena seekor ular mau memakannya. Padahal si kerbau sudah berniat baik untuk menolong si ular dari pohon yang tumbang. Kancil pun menggunakan kecerdikannya untuk bersikap adil berdasarkan kejadian yang ia dengar dari kerbau dan ular.

Give the Best for Others

give_the_best_02.jpggive_the_best_04.jpggive_the_best_01.jpggive_the_best_03.jpg

“Give the best for others.” Demikianlah tema proyek pendidikan karakter yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2015. Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa kelas I-VI.

Dalam kegiatan ini, siswa kelas I-III membuatkan sandwich sesuai dengan permintaan temannya. Masing-masing harus berusaha memberikan sandwich terbaik sesuai dengan keinginan temannya. Setelah siswa menikmati sandwich bersama-sama, siswa mencuci dan mengeringkan piring yang digunakan lalu mengembalikan kepada pemiliknya. Mereka sangat antusias dan senang mengikuti kegiatan ini. Mereka belajar untuk memahami, mendengarkan, dan melakukan yang terbaik untuk orang lain.

boost the values reap the success