| |

Menghormati Diri Sendiri

Tanganku kerja buat Tuhan, mulutku memuji nama-Nya, kakiku berjalan cari jiwa, upahku besar di surga....”, demikianlah petikan lagu pujian yang menggambarkan tema Pendidikan Karakter yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2011 lalu, yaitu “Menghormati Diri Sendiri”. Pada pembelajaran kali ini, para siswa diajak untuk menyaksikan sebuah mini drama yang diperankan oleh para guru. Drama tersebut menceritakan kisah tentang Lili Si Macan Kumbang yang merasa putus asa dengan kondisi tubuhnya yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Namun, berkat perhatian dari teman-temannya, Lili Si Macan Kumbang akhirnya bisa menerima keadaannya karena ia belajar untuk menghormati dirinya sendiri.

Para siswa kelas I, II, dan III menyimak mini drama Lili Si Macan Kumbang dengan saksama. Mereka tampak senang dan antusias untuk mempelajari makna di balik kisah tersebut, yaitu pentingnya belajar untuk menghargai dan menghormati diri kita sendiri bagaimana pun keadaan kita. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan dan mengingat bahwa setiap dari kita adalah berharga di mata-Nya..

menghormati_diri2.jpgmenghormati_diri1.jpgmenghormati_diri3.jpg

Mematuhi Norma

Norma adalah aturan yang harus kita patuhi baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, maupun masyarakat. Namun pertanyaannya adalah, mengapa kita harus mematuhi norma yang ada, dan norma apa sajakah yang harus kita patuhi?

Pertanyaan-pertanyaan dari para siswa tersebut akhirnya terjawab juga dalam Pendidikan Karakter Kristiani (PKK) pada tanggal 10 September 2011 lalu. Dengan mengangkat tema “Mematuhi Norma”, para siswa belajar tentang berbagai macam contoh norma yang ada di lingkungan sekitar mereka. Misalnya tepat waktu, memakai seragam dengan rapi dan lengkap, merapikan tempat tidur sendiri, menghormati orang yang lebih tua, berpakaian sopan dan rapi saat beribadah, serta menaati rambu-rambu lalu lintas. Para siswa tampak sangat antusias ketika mengikuti pelajaran PKK yang dikemas dengan berbagai permainan yang bertemakan menghormati norma. Permainan-permainan tersebut membantu siswa dalam belajar untuk memahami makna norma sesungguhnya. Setelah menerima dan memahami materi yang disampaikan, diharapkan para siswa belajar mendisiplinkan dirinya untuk mematuhi norma-norma yang ada.

norma1.jpgnorma2.jpg

Pendidikan Karakter

”Hitam atau putih.., kulit hitam, kulit putih semuanya disayang Tuhan”, itulah petikan dari sebuah lagu pujian yang menggambarkan tentang perbedaan manusia ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, kita sebagai sesama manusia kita harus bisa menoleransi, menerima, dan menghormati perbedaan. Hal ini juga yang dipelajari para siswa dalam Pendidikan Karakter minggu ini lewat pemutaran film ”Tortoise vs Hare” dan ”Obama Anak Menteng” yang merupakan 2 contoh film bertema toleransi yang bisa membantu pemahaman siswa tentang materi tersebut.

Nah, sekarang setelah kita tahu bahwa dalam kehidupan ini ada banyak perbedaan, maka kita harus bisa menjadikan setiap perbedaan yang ada untuk saling melengkapi satu sama lain serta mensyukuri kemajemukan dalam hidup ini. Sadarilah bahwa berbeda itu indah!

pkk02.jpgpkk01.jpg

Belajar Disiplin dari Lawrence Champagne

Dapat diandalkan merupakan karakter positif yang mencerminkan sikap disiplin. Seorang siswa dapat dikatakan sebagai pribadi yang dapat diandalkan apabila ia tidak hanya mengerjakan setiap tugasnya dengan baik, namun juga tepat waktu dan penuh tangung jawab.

Pada pelajaran Character Building kali ini, para siswa diajak untuk menonton Film tentang Lawrence Champagne yang menampilkan sosok karakter yang dapat diandalkan. Dengan memberikan gambaran demikian kepada para siswa, diharapkan mereka dapat termotivasi untuk menjadi seorang yang dapat diandalkan dalam situasi apapun, seperti sosok Lawrence Champagne tersebut.

{highslide type="img" url="sekolah/sd_petra_10/pendidikan_karakter/Char_Build_1.jpg" width="200" eight="150" style="border: 1px solid #dcdcdc; margin: 1px; padding: 5px;"}{/highslide} {highslide type="img" url="sekolah/sd_petra_10/pendidikan_karakter/Char_Build_2.jpg" width="200" eight="150" style="border: 1px solid #dcdcdc; margin: 1px; padding: 5px;"}{/highslide}

Membudayakan Kejujuran

kejujuranHari Sabtu, tanggal 15 Januari 2011, siswa-siswi SD Kristen Petra 10 memraktikkan kegiatan tentang kejujuran kepada diri sendiri. Kegiatan ini adalah implementasi dari program character building yang dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2011, tentang kejujuran. Jujur berarti menyatakan hal yang sebenarnya, tidak curang, tulus, dan ikhlas. Jujur pada diri sendiri, artinya berani mengakui kesalahan diri sendiri, menerima diri apa adanya, tahu akan kemampuan diri sendiri dan mau menerimanya. Berani mengakui kesalahan diri sendiri, berarti menyadari bahwa perlu memperbaiki diri dan mau berubah agar menjadi lebih baik.

boost the values reap the success