| |

Bersikap Terbuka

Mengapa kita harus berterus terang dan mau mendengarkan nasihat orang lain? Pertanyaan tersebut dapat terjawab oleh para siswa setelah mereka mengikuti pendidikan karakter dan kreativitas sekolah yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 dan 22 September 2012. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan pada pembelajaran Pendidikan Karakter misalnya menyaksikan film Kungfu Panda (The series) dan bermain oper bola. Pada permainan ini siswa harus menangkap lemparan bola dengan cepat. Jika meleset, maka ia harus bersikap terbuka menyebutkan 1 kebiasaan baik dan kurang baik yang dimiliki. Pembelajaran tersebut diperkuat dengan firman Tuhan yang didengar lewat persekutuan doa yang bertema “Bersikap Terbuka dan Jujur.” Melalui permainan dan persekutuan doa tersebut diharapkan siswa dapat bersikap terbuka dan bisa menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain serta dapat menjadi teman yang dapat dipercaya.

pkk_3.jpgpkk_1.jpgpkk_2.jpg

Memupuk Karakter Positif

Ketika banyak pengaruh buruk di sekitar siswa yang dapat membuat mereka meniru sikap yang destruktif (sikap yang tidak bersifat membangun, tetapi merusak dan merugikan baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan), maka penting bagi kita para pendidik untuk membekali siswa dengan sikap yang konstruktif sehingga mereka mampu membedakan mana yang benar dan salah serta mana yang baik atau tidak baik untuk dilakukan. Oleh karena itu, melalui berbagai macam kegiatan sederhana dalam pelajaran Pendidikan Karakter Kristiani, SD Kristen Petra 10 selalu memberikan pembekalan karakter positif kepada para siswanya.

Pada pelajaran Pendidikan Karakter Kristiani yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 5, 12, dan 19 Mei 2012 yang lalu, para siswa diajak untuk belajar memahami dan menerapkan karakter positif melalui kegiatan menonton seperti film kartun Bolt dan Mars Needs Moms yang mengajarkan sikap pantang menyerah, sopan, saling berbagi,memberi semangat kepada orang lain, serta menghargai diri sendiri dan orang lain. Selain itu, pelajaran ini juga dikemas dalam bentuk berbagai macam permainan yang dilakukan secara berkelompok.

Untuk para siswa kelas I sampai dengan III, mereka diajak untuk melakukan permainan kelompok seperti menyusun gelas menjadi menara setinggi dan secepat mungkin, atau permainan “Adam dan Hawa Memberi Nama” di mana dua orang siswa yang berperan sebagai Adam dan Hawa harus menebak dengan mata tertutup nama binatang yang suaranya ditirukan oleh para siswa lainnya. Sedangkan untuk para siswa kelas IV sampai dengan VI, mereka diajak untuk mengeluarkan seluruh isi pasta gigi dari tubenya kemudian harus memasukkannya kembali, serta permainan nyunggi tempeh yang berisi bola dengan kedua mata tertutup. Semoga dengan pembekalan Pendidikan Karakter Kristiani ini para siswa dapat memupuk dan menguatkan karakter positifnya dan tidak mudah terpengaruh oleh sikap yang bersifat destruktif. Amin.

susun_gelas.jpgnyunggi_tempeh.jpgtebak_orang.jpgmain_gajah.jpgodol.jpg

Pendidikan Karakter dan Kreativitas Sekolah

“Duk … duk … duk … crek …crek … crek “ demikianlah bunyi yang dihasilkan dari alat – alat musik sederhana yang berupa botol plastik, sendok, garpu, kaleng, tutup gelas, dan piring plastik. Paduan bunyi dari berbagai alat musik sederhana tersebut ternyata bisa menghasilkan nada dan irama yang sangat harmonis. Lihat saja foto di atas, dengan iringan musik tersebut para siswa dan guru pun dapat berdendang dan menari dengan penuh sukacita. Permainan yang berjudul "Musik Jazz dan Kebebasan" ini dilaksanakan oleh para siswa kelas I – VI SD Kristen Petra 10 pada pembelajaran Pendidikan Karakter tanggal 10 Maret 2012 . Mereka diberi kebebasan untuk menentukan alat musik yang akan mereka pakai dan membunyikannya sesuai dengan keinginan mereka. Namun, mereka juga harus memperhatikan irama musik dari teman yang lain supaya menghasilkan irama yang bagus.

Melakukan yang terbaik

“Mr. Popper’s Penguin” adalah sebuah film yang menceritakan perjuangan seseorang yang hendak menyelamatkan penguin dari bahaya kepunahan. Film yang diputar dalam pelajaran Pendidikan Karakter SD Kristen Petra 10 tersebut memberikan contoh kepada para siswa bahwa untuk mencapai suatu tujuan kita harus terus melakukan yang terbaik, bukan untuk manusia melainkan untuk Tuhan.

Usai menonton film bersama, para siswa kelas I sampai III diajak untuk membuat sebuah karya. Pola-pola yang terdiri atas berbagai macam bentuk seperti segitiga, persegi, dan persegi panjang dari kertas origami tersebut harus mereka rangkai dan tempel di atas sehelai kertas buffalo sehingga membentuk rumah. Dari kegiatan sederhana ini, para siswa dilatih untuk melakukan sesuatu dengan sepenuh hati mereka untuk membentuk sebuah bangunan rumah yang bagus dan rapi sehingga hasilnya pun memuaskan. Sementara itu, para siswa kelas IV sampai VI juga berlatih untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan memainkan biola atau pun gitar. Ada juga siswa yang menampilkan break dance, lho!

Semoga dengan melalui proses kegiatan-kegiatan ini, para siswa menjadi paham bahwa melakukan yang terbaik memang tidaklah mudah karena membutuhkan segenap kemauan dan ketulusan dari orang yang hendak melakukannya. Dengan memahami hal ini, maka kelak mereka dapat memperoleh hasil yang terbaik dari usaha yang sepenuh hati mereka lakukan. Let’s do our best!!

terbaik3.jpgterbaik1.jpgterbaik2.jpg

Tangguh dan Tekun

“Coba… Terus coba.. sampai aku bisa. Aku pasti bisa!”. Itulah penggalan syair dari lagu yang berjudul “Aku Pasti Bisa”. Lagu tersebut sangat sesuai dengan tema Pendidikan Karakter yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 7 Januari 2012, yaitu “Tekun dan Tangguh”.

Dalam Pendidikan Karakter kali ini, para siswa kelas I sampai III SD Kristen Petra 10 diajak untuk bersama-sama melakukan permainan “Lucky Luke” yang lebih dikenal dengan nama “Tembak Dor”. Permainan ini mengasah kemampuan siswa untuk cepat tanggap dan melatih ketangkasan mereka. Siswa yang tangguh bertahan sampai akhir permainan adalah pemenangnya.

Sementara itu, para siswa kelas IV sampai VI melakukan permainan “Menyeberangi Tanah Beracun”, di mana mereka harus memindahkan kertas kardus secara bertahap tanpa kakinya menyentuh atau menapak di atas lantai. Permainan ini melatih kemampuan kerjasama siswa dalam kelompok sekaligus ketekunan dan ketangguhan mereka untuk bertahan dan melakukan permainan ini hingga selesai.

Semoga dengan mengembangkan karakter tekun dan tangguh ini para siswa dapat menjadi pribadi yang pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya dan berani menggapai impian atau tujuan yang diinginkannya.

tangguh1.jpgtangguh2.jpg

boost the values reap the success