| |

Pendidikan Karakter dan Kreativitas Sekolah

Teman-teman ... coba lihat orang-orang di sekitar kalian! Apakah semua orang diciptakan sama? Tentu tidak, bukan? Tuhan menciptakan manusia berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu diperlukan sikap tenggang rasa dalam kehidupan kita sehari-hari saat kita berhubungan dengan orang lain di mana dan kapan saja. Tenggang rasa adalah sikap untuk dapat menghormati, menghargai serta dapat menjaga perasaan orang lain. Namun sebaliknya, jika kita tidak punya sikap tenggang rasa maka akan terjadi pertengkaran dan hidup menjadi tidak rukun. Pembelajaran tentang sikap tenggang rasa itulah yang kami peroleh pada saat pembelajaran Pendidikan Karakter pada tanggal 13 April 2013 yang dilanjutkan pada tanggal 20 April 2013 dengan kegiatan Persekutuan Doa dan Kreativitas Sekolah. Kami belajar untuk bermain sosio drama yang berjudul ”Maukah Kau Menjadi Temanku”. Wah, seru lho dramanya! Selain itu, pada saat Persekutuan Doa kami diminta untuk menukar salah satu sepatu kami dengan sepatu teman kami. Dan ternyata ... sepatunya tidak cukup! Ada yang terlalu kecil atau terlalu besar. Gelak tawapun tidak terelakkan. Kamipun mendapatkan penjelasan arti dari permainan tersebut bahwa kami harus bisa bersikap tenggang rasa dengan orang lain. Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan, kami menyadari bahwa tenggang rasa sangat diperlukan dalam pergaulan dengan siapa saja. Kamipun berkomitmen untuk mau bersikap tenggang rasa pada orang lain dalam kehidupan sehari-hari supaya tercipta suasana yang nyaman, rukun, saling menghargai, menghormati, dan mengasihi. Seperti halnya yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. So, lets be tolerant with others, okay?!

P.Karakter-2.jpgP.Karakter-3.jpg

Kelembutan

Handle with Care merupakan permainan yang kami lakukan pada saat kegiatan Pendidikan Karakter pada tanggal 16 Maret 2013 yang bertema Kelembutan. Dalam permainan tersebut kami harus bisa memindahkan telur puyuh yang sudah matang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan 4 batang sumpit tanpa memecahkan telur tersebut. Karakteristik telur mengilustrasikan diri kita masing-masing. Semua orang mengharapkan untuk diperlakukan dengan lembut, begitu pula sebaiknya kita memperlakukan orang lain. Sedangkan karakteristik sumpit mengilustrasikan lingkungan sekitar atau perlakuan yang kita berikan pada orang lain, entah itu sikap lembut atau kasar. Jika kita berlaku kasar pada orang lain, maka hal itu akan menimbulkan sakit hati dan kesedihan bagi orang lain.

Selain itu, teman-teman kami, yang duduk di kelas II-III juga melakukan permainan yang tidak kalah serunya. Mereka belajar bersikap lembut dalam permainan "Kursi Sang Lemah Lembut". Dalam permainan tersebut mereka diminta membuat kalimat yang sopan, tidak kasar dan dengan nada lemah lembut. Melalui kedua permainan tersebut kami belajar untuk bersikap lemah lembut terhadap orang lain dan kami perlu berhati-hati dengan sikap dan perkataan kami.

Mari kita berusaha mengurangi perilaku/perkataan kasar terhadap orang lain. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diajak untuk senantiasa menggunakan hati yang lemah lembut dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Ingatlah bahwa kekerasan tidak dilawan dengan kekerasan melainkan dengan kelembutan. Karena kelembutan dapat meredakan kemarahan dan kekerasan.

Kelembutan-2.jpgKelembutan-1.jpg

Memberi Kontribusi

Apa arti kontribusi dan bagaimana cara kita memberi kontribusi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab setelah kami mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter dan Kreativitas Sekolah yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Februari dan 2 Maret 2013. Dalam pembelajaran tersebut kami melakukan aktivitas "Gambar Berantai" yaitu melanjutkan dan melengkapi gambar teman sesuai yang mereka inginkan secara bergiliran. Selain itu, kami juga melakukan permainan menyusun kata menggunakan huruf-huruf yang sudah kami pegang dalam waktu 5 detik. Wah, seru lho permainannya!

Kegiatan yang tak kalah serunya adalah bazar yang bertema From Me To You pada tanggal 9 Maret 2013. Pada hari itu kami berkontribusi untuk kelas kami masing-masing yang dimulai dengan mengemas makanan dan minuman secara bergantian sehingga layak untuk dijual. Setelah itu, kami pun berkeliling untuk membeli berbagai makanan dan minuman yang disediakan. Hmm… menunya enak-enak lho! Kami merasa sangat senang dan menikmati kegiatan tersebut.

Menjadi Pembawa Damai

“Mengapa Harus Bertengkar?” merupakan judul cerita dan role play yang sudah dimainkan oleh para siswa pada saat pembelajaran Pendidikan Karakter pada tanggal 26 Januari 2013. Pertanyaan tersebut juga sering muncul pada saat melihat teman-teman kami yang sedang bertengkar. Kemudian apa yang bisa kita lakukan ? Kita bisa menjadi seorang pembawa damai bagi mereka dengan cara melerai teman yang sedang bertengkar, menghibur teman yang bersedih, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta tidak memilih-milih teman saat bermain.

Apakah kedamaian itu penting dalam hidup kita? Tentu penting karena semua orang membutuhkan kedamaian agar hidup menjadi aman dan tentram. Untuk itu sedapat mungkin kita harus mengusahakan perdamaian. Agar kedamaian bisa terwujud, kita harus dapat menghindari kekerasan dan menjaga kerukunan dengan saling mengasihi, menghormati, dan menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, mari kita menjadi seorang pembawa damai bagi orang lain.

Pembawa-damai-2.jpgPembawa-damai-1.jpg

Bagimu Negeri

Teman-teman, coba kita lihat peta atau atlas wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia itu ternyata luas sekali,lho! Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke . Masing-masing pulau tersebut memiliki ciri khas dengan keanekaragaman budayanya.

Sebagai wujud kepedulian dan rasa cinta tanah air , maka kami diajak untuk melakukan beberapa permainan dengan cara menyebutkan nama pulau-pulau besar di Indonesia, menyusun dan menempel puzzle wilayah Indonesia, serta mewarnai rumah adat joglo. Kami juga diajak untuk berdoa bagi sesama yang sedang mengalami musibah banjir dan angin puting beliung di beberapa daerah di Indonesia. Semua kegiatan yang telah kami laksanakan pada tanggal 12 dan 19 Januari 2013 tersebut telah memberikan wawasan pengetahuan kepada kami bahwa kami harus mencintai dan peduli kepada bangsa kami yang tercinta yaitu Indonesia. So, let’s love our nation by being a good citizen!

Bagimu-negeri-2.jpgBagimu-negeri-1.jpg

boost the values reap the success