| |

Penuh Perhatian

Apa yang kamu lakukan ketika melihat temanmu yang biasanya ceria, suatu saat dia menyendiri dan tampak sedih? Cuek saja atau kamu bertanya, "Kamu kenapa? Kok, beda dari biasanya?" Nah, dalam kegiatan pendidikan karakter pada tanggal 27 Juli 2013, kami belajar untuk mau memberikan perhatian kepada siapa saja, termasuk kepada teman. Dalam mendalami materi ini, kami diajak untuk bermain "Tebak Mimik". Kami menebak ekspresi apa yang diperagakan oleh teman kami. Gembira, sedih, bingung, marah, dan lain-lain. Seru dan menyenangkan lho...

perhatian2_2.jpgperhatian2_1.jpg

Penuh Perhatiankah Aku ??

"Kami saling bertukar sepatu". "Kalau aku, memindahkan jepit rambutku dari kiri ke kanan". Itulah beberapa cara yang dilakukan oleh siswa kelas IV-C ketika mengikuti permainan Pay Attention dalam kegiatan pendidikan akrakter pada tanggal 3 Agustus 2013. Dalam permainan ini, beberapa siswa di sisi kanan berbalik dan mengubah 3 aksesori yang ada di tubuhnya. Kemudian, mereka kembali berhadap-hadapan. Tugas siswa di sisi kiri menyebutkan perubahan apa yang terjadi pada teman yang ada dihadapannya.

Itu merupakan contoh sederhana tentang bagaimana kita memberikan perhatian kepada orang di sekitar kita. Perhatian dimulai dari kepekaan kita dalam melihat dan mendengarkan orang lain. Ungkapan perhatian bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Dengan saling memperhatikan, hidup kita akan menjadi lebih indah. So, let's fulfil our days with caring one another.

perahtian1_1.jpgperhatian1_2.jpgperhatian1_3.jpg

My First World Record

”Nama saya Ryu. Saya ingin menjadi dokter.... yes ...yes ...yes ... ! Kamu pasti bisa!” Itulah cuplikan yel-yel yang disampaikan oleh setiap siswa kelas I yang tampil pada acara My First World Record yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2013. Selain mengungkapkan cita-cita mereka melalui yel-yel, mereka juga harus melakukan fashion show dengan berjalan di atas panggung dengan gaya mereka masing-masing. Wow ... keren! Kegiatan tersebut merupakan puncak seluruh pembelajaran Pengembangan Kepribadian yang selama ini mereka pelajari. Pembelajaran tersebut meliputi: berani berbicara di depan umum, cara berjalan, cara makan, cara menyampaikan pendapat dan keinginan, serta cita-cita. Melalui pembelajaran Pengembangan Kepribadian tersebut para siswa dapat menyadari bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan yang spesial sehingga mereka harus berperilaku yang positif misalnya berkata dan bersikap sopan, saling berbagi, dapat bekerjasama, bertanggungjawab terhadap barang miliknya, rajin, mandiri, memiliki cita-cita serta berani tampil di depan umum dan memiliki mental pemenang yang tidak mudah menyerah. Selamat, ya! Semoga kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan gapailah cita-citamu setinggi langit. Tuhan memberkati.

My-First-World-Recoed-1.jpgMy-First-World-Record-3.jpgMy-First-World-Record-4.jpgMy-First-World-Record-2.jpg

Menangani Konflik

Pernahkah kalian mendengar kata konflik? Menurut kalian apa yang disebut konflik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terjawab setelah kami mengikuti pembelajaran Pendidikan Karakter yang dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2013.

Konflik adalah percekcokan, perselisihan, atau pertentangan antar dua orang/kelompok. Konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat atau kepentingan yang bisa menimbulkan pertengkaran, tindak kekerasan, maupun dendam dalam pergaulan dengan orang lain. Namun, apabila konflik sudah terjadi apa yang harus kita lakukan? Gunakanlah kasih dan kerendah-hatian serta kemauan untuk meminta maaf kepada orang lain. Pembelajaran tentang mengatasi konflik dilanjutkan dengan kegiatan Kreativitas Sekolah pada tanggal 18 Mei 2013. Dalam kegiatan ini, para siswa juga belajar untuk mengatasi konflik melalui permainan “Electric Hand” secara berkelompok. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dapat menyimpulkan bahwa konflik selalu ada dalam kehidupan kita dan tergantung bagaimana kita dapat menyelesaikannya. Jadi, mulai sekarang hiduplah berdamai seorang dengan yang lain.

PKK-1.jpgPKK-2.jpg

Pendidikan Karakter dan Kreativitas Sekolah

Teman-teman ... coba lihat orang-orang di sekitar kalian! Apakah semua orang diciptakan sama? Tentu tidak, bukan? Tuhan menciptakan manusia berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu diperlukan sikap tenggang rasa dalam kehidupan kita sehari-hari saat kita berhubungan dengan orang lain di mana dan kapan saja. Tenggang rasa adalah sikap untuk dapat menghormati, menghargai serta dapat menjaga perasaan orang lain. Namun sebaliknya, jika kita tidak punya sikap tenggang rasa maka akan terjadi pertengkaran dan hidup menjadi tidak rukun. Pembelajaran tentang sikap tenggang rasa itulah yang kami peroleh pada saat pembelajaran Pendidikan Karakter pada tanggal 13 April 2013 yang dilanjutkan pada tanggal 20 April 2013 dengan kegiatan Persekutuan Doa dan Kreativitas Sekolah. Kami belajar untuk bermain sosio drama yang berjudul ”Maukah Kau Menjadi Temanku”. Wah, seru lho dramanya! Selain itu, pada saat Persekutuan Doa kami diminta untuk menukar salah satu sepatu kami dengan sepatu teman kami. Dan ternyata ... sepatunya tidak cukup! Ada yang terlalu kecil atau terlalu besar. Gelak tawapun tidak terelakkan. Kamipun mendapatkan penjelasan arti dari permainan tersebut bahwa kami harus bisa bersikap tenggang rasa dengan orang lain. Melalui kegiatan yang sudah kami lakukan, kami menyadari bahwa tenggang rasa sangat diperlukan dalam pergaulan dengan siapa saja. Kamipun berkomitmen untuk mau bersikap tenggang rasa pada orang lain dalam kehidupan sehari-hari supaya tercipta suasana yang nyaman, rukun, saling menghargai, menghormati, dan mengasihi. Seperti halnya yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. So, lets be tolerant with others, okay?!

P.Karakter-2.jpgP.Karakter-3.jpg

boost the values reap the success