| |

Mari Kita Bekerja sama

bekerjasama_01.jpgbekerjasama_02.jpgbekerjasama_03.jpg

Bekerja sama dengan orang lain tidak selalu mudah karena setiap orang mempunyai pendapat masing-masing, yang mungkin berbeda satu dengan yang lain. Nah, pada kegiatan pendidikan karakter tanggal 15 November 2014, kami, siswa-siswi kelas I belajar untuk bekerja sama dalam bentuk permainan berkelompok.

Ada tiga macam permainan bertema kerja sama yang harus dilakukan oleh setiap kelompok. Permainan pertama adalah memindahkan permen. Kami harus berbaris ke belakang kemudian kami memberikan permen dalam genggaman tangan kepada teman yang ada di belakang kami tanpa membalik badan. Bisakah teman-teman melakukannya? Kami bisa, lho

Selain itu, kami juga belajar bekerja sama dengan permainan estafet karet. Kami harus memindahkan karet kepada teman yang lain dengan menggunakan sedotan. Kami harus kompak agar karet tidak jatuh. Permainan terakhir adalah memindahkan bola yang diletakkan di atas koran. Kami bersama-sama memindahkan beberapa bola kecil yang diletakkan di atas koran. Kami tidak boleh menjatuhkan satu bola pun. Jadi, kami harus hati-hati. Dari berbagai permainan tersebut, kami belajar untuk bekerja sama dengan orang lain. Kami juga harus menjaga kekompakan kelompok dan tidak boleh egois. Mari kita belajar bekerja sama dengan teman-teman kita.

 

Saling Menghargai dan Bersikap Baik

saling_menghargai_02.jpgsaling_menghargai_01.jpg

Teman-teman, coba lihat orang-orang di sekitar kita. Apakah mereka sama? Tentu tidak, bukan? Tuhan menciptakan manusia berbeda satu dengan yang lainnya. Masing-masing mempunyai keunikan, kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu diperlukan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menjalin relasi yang baik dengan semua orang di mana saja dan kapan saja, meskipun kita berbeda warna kulit, agama dan budaya. Kita tidak boleh saling mengejek dan mengucilkan sesama kita, sebaliknya kita harus saling menghargai dan bersikap baik kepada siapapun. Pembelajaran tentang sikap saling menghormati ini kami peroleh pada saat pembelajaran Pendidikan Karakter pada tanggal 18 Oktober 2014 lalu.

Bersikap Hormat Terhadap Orang Lain

pendidikan_karakter_01.jpgpendidikan_karakter_02.jpgpendidikan_karakter_03.jpg

Teman-teman pasti sudah pernah menonton film “Karate Kid” bukan? Film yang diputar pada saat Pendidikan Karakter tanggal 6 September 2014 lalu bercerita tentang seorang anak yang bernama Dre Parker. Dre mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-teman di lingkungannya. Hal ini mendorong Dre untuk berlatih kungfu dari Mr. Han. Di akhir cerita, Dre memenangkan sebuah turnamen melawan seorang anak laki-laki yang tidak menyukainya. Pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut adalah bersikap sopan dan menaruh hormat terhadap orang lain, baik orang tua, guru, maupun teman.

Nasi Goreng Kreasiku untuk Mama dan Papa

nasi_goreng_04.jpgnasi_goreng_03.jpgnasi_goreng_01.jpgnasi_goreng_02.jpg

“Mom.. Dad, I love you,” tulis Josh dalam surat cintanya yang dibuat pada hari Sabtu, 7 Juni 2014 dalam kegiatan proyek Pendidikan Karakter. Hari itu merupakan waktu yang tepat bagi kami siswa-siswi kelas I dan II untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada orang tua kami masing-masing. Tidak sekedar kata-kata dalam tulisan, namun kami juga mengungkapkan rasa kasih tersebut melalui “action” berupa menghias nasi goreng. Bahan-bahannya sudah kami siapkan dari rumah, seperti: sosis, telur, wortel dan sayuran pelengkap lainnya yang sudah dibentuk dengan lucu dan indah. Tidak lama kemudian, kreasi nasi goreng sudah jadi. Wow! Lucu dan keren, kan? This is it! Kami tidak sabar untuk segera membawa pulang dan memberikan kreasi nasi goreng serta sepucuk surat cinta kami kepada mama dan papa. Pasti mereka akan senang dan bangga kepada kami.

“Mom… Dad…. This is my gift to you. I love you Mom, Dad. Thank you for everything.”

Dining With Manners

Siswa-siswi kelas I mendapat pendidikan yang sangat penting tentang bagaimana mereka bersikap pada waktu makan sampai cara meletakkan posisi garpu dan pisau plastik pada saat sebelum dan sesudah makan serta cara memegang pisau dengan benar dan baik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu pada tanggal 12 April 2014 dengan sangat lancar dan guru mengemasnya dengan sangat menarik. Pada saat itu semua siswa diberi sebuah telur dadar dan bagi siswa yang alergi telur, guru mengganti telur dengan roti mentega. Siswa memperagakan cara bersikap pada waktu makan dan bagaimana meletakkan garpu dan pisau plastik sehabis makan. Ternyata banyak siswa belum mengetahui dimana letak garpu dan pisau plastik di atas piring setelah mereka selesai menyantap telur dadar.

Guru menjelaskan sambil memperhatikan para siswa apakah mereka sudah benar meletakkan posisi garpu dan pisau plastik ketika mereka selesai makan, yaitu: garpu diletakkan di bawah pisau searah jam 4. Siswa terus mencoba dan akhirnya mereka bisa melakukannya dengan benar. Semua siswa sangat senang dengan pembelajaran nan menyenangkan pada saat itu.

manners1.jpgmanners2.jpgmanners4.jpgmanners3.jpg

boost the values reap the success