| |

Aku Bisa

aku_bisa_01.jpgaku_bisa_03.jpgaku_bisa_04.jpgaku_bisa_02.jpg

“Halo teman-teman. Nama saya Gwen. Saat saya besar nanti, saya ingin menjadi dokter karena saya ingin menolong orang yang sakit. Saya bisa. Saya pasti bisa.” Itulah penampilan Gwen dalam acara My First World Record yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2015. Acara ini diikuti oleh anak-anak kelas I sebagai puncak kegiatan pendidikan karakter. Dalam acara tersebut, masing-masing anak memakai baju sesuai dengan profesi yang mereka cita-citakan. Setiap anak diberi kesempatan untuk berjalan berlenggak-lenggok di atas panggung kemudian mereka menyampaikan cita-cita saat mereka besar nanti beserta dengan alasannya. Ada yang ingin menjadi dokter, perawat, pilot, polisi, tentara, koki, arsitek, petugas pemadam kebakaran, penyanyi, pemain sepak bola dan masih banyak lagi. Mereka tampil percaya diri lho, teman-teman. Mereka berusaha menampilkan yang terbaik.

Memenuhi Kewajiban

memenuhi_kewajiban_03.jpgmemenuhi_kewajiban_01.jpgmemenuhi_kewajiban_02.jpg

Sudahkah teman-teman menjalankan kewajiban masing-masing? Apa saja kewajiban itu? Masing-masing dari kita mempunyai kewajiban sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. Sebagai individu, kita berkewajiban untuk belajar, menjaga barang milik pribadi, menjaga kesehatan dan kewajiban lain yang berkaitan dan berdampak langsung pada diri sendiri. Kita tidak hidup sendiri. Kita juga membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, kita juga mempunyai kewajiban sebagai makhluk sosial, yaitu sebagai anggota keluarga, warga sekolah serta warga masyarakat. Ada banyak kewajiban yang harus kita lakukan sebagai makhluk sosial antara lain menghormati anggota keluarga, menaati peraturan sekolah dan menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal. Itulah yang kami pelajari dalam kegiatan pendidikan karakter pada hari Sabtu, 14 Maret 2015.

Kami juga belajar tentang memenuhi kewajiban dari beberapa tayangan video klip yang menyentuh hati, tentang bagaimana kami harus memenuhi kewajiban dalam lingkup keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain belajar banyak dari kegiatan pleno, kami juga belajar tentang kewajiban dengan membuat maket dalam kelompok. Masing-masing dari kami mempunyai kewajiban untuk membuat dan menyelesaikan maket rumah beserta bagian-bagiannya dengan baik. Nah, mari kita merefleksi diri apakah kita sudah melaksanakan kewajiban kita dengan baik dalam keluarga, sekolah ataupun masyarakat. Semoga kita dapat menjadi anak yang mau menjalankan kewajiban dengan baik dan berbuah bagi orang lain melalui tindakan kita.

 

Belajar Disiplin

disiplin_01.jpgdisiplin_02.jpg

Disiplin Diri. Demikianlah tema Pendidikan Karakter dan Kreativitas pada hari Sabtu, 14 Februari dan 21 Februari 2015. Kami belajar disiplin dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal kecil, seperti bangun lebih awal, merapikan tempat tidur setiap hari, membantu mencuci piring di rumah serta disiplin berdoa. Beberapa dari kami masih mengalami kesulitan untuk melakukan hal tersebut, tetapi kami terus berusaha melatih diri untuk disiplin.

Mari Belajar Mengendalikan Diri

kendali_diri_02.jpgkendali_diri_01.jpg

Bagaimana reaksi teman-teman jika ada yang mengejek? Apakah teman-teman marah hingga terjadi adu mulut? Bagaimana seharusnya sikap kita? Ketika ada teman yang mengejek, memaki atau bersikap kurang sopan, kita harus belajar untuk menahan diri untuk tidak membalas dan melakukan hal-hal yang negatif. Demikianlah yang kami pelajari dalam Pendidikan Karakter pada hari Sabtu, 10 Januari 2015. Kami belajar untuk mengendalikan diri. Mengendalikan diri itu tidak hanya menyangkut emosi saja lho, teman-teman. Kita juga harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan dan keinginan kita; seperti bermain game selama berjam-jam dan memiliki barang yang kita inginkan.

Dalam pelajaran pendidikan karakter ini, kami juga dapat belajar untuk mengendalikan diri dari film yang berjudul “The Magic Brush”. Apakah teman-teman pernah menonton film ini? “The Magic Brush” bercerita tentang kisah Ma Liang, seorang anak laki-laki di sebuah desa yang suka melukis. Ia mempunyai kuas ajaib yang ia gunakan untuk melukis. Suatu ketika, di tengah kesulitan desanya, Ma Liang didesak oleh penduduk setempat untuk melukis sebuah pohon emas yang membuat para penduduk menjadi tidak terkendali untuk memiliki emas sebanyak-banyaknya. Seorang jenderal yang ingin menguasai desa tempat Ma Liang tinggal, mengetahui kekuatan kuas ajaib Ma Liang dan ia ingin merebutnya. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya dan berusaha memiliki kuas ajaib itu dengan cara-cara yang jahat.

Selain film, kami juga belajar mengendalikan diri dari permainan estafet karet. Kami harus mengoper karet kecil dari satu orang kepada orang lain dengan menggunakan sedotan. Beberapa dari kami dapat melakukannya dengan baik tetapi ada pula yang mengalami kesulitan melakukannya. Permainan ini mengajarkan kami untuk dapat menahan diri dari emosi, terutama ketika kami gagal untuk memindahkan karet kepada teman lain.

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah teman-teman sudah bisa mengendalikan diri? Mari kita belajar untuk mengendalikan diri dengan siapa pun dan di manapun kita berada.

 

Aku Cinta Indonesia

aci_04.jpgaci_02.jpgaci_03.jpgaci_01.jpg

Iringan alat musik kolintang yang begitu indah menyemarakkan proyek kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2014. Selain memainkan alat musik kolintang, beberapa dari kami juga menampilkan tari tradisional dan menyanyikan lagu daerah. Dalam kegiatan ini, kami pun dapat menikmati makanan tradisional Jawa, seperti gethuk lindri, putu ayu, klepon, klanting, gempo, kue lapis, nagasari, koci-koci, dan apem selong. Hmmm, rasanya enak lho, teman-teman. Apakah teman-teman sudah pernah mencobanya? Setelah menikmati makanan tradisional, kami bermain permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, ular tangga, bekel, gasing tradisional, dan dakon. Kami bermain dan bergembira bersama.

Acara yang bertema “Aku Cinta Indonesia” ini menambah wawasan kami mengenai ragam budaya Indonesia, baik makanan, permainan tradisional, alat musik maupun lagu daerah. Kami menjadi semakin tahu keanekaragaman budaya dari berbagai daerah dan tentunya kami bangga dengan kekayaan budaya di Indonesia. Mari kita cintai dan lestarikan budaya bangsa kita.

boost the values reap the success