| |

Testimoni orang tua Samantha kelas II-D

WhatsApp_Image_2020-05-16_at_14.22.04.jpeg_DSC0967.jpg1590651544678_WhatsApp_Image_2020-05-16_at_14.19.40.jpeg

Proses mendampingi belajar buat saya sebagai orang tua itu pilihan, mau dibuat menyenangkan atau stress. Karena pada saat mendampingi anak belajar, maka semua pekerjaan orang tua harus ditinggal dulu. Tetapi saya tidak mengalami kesulitan karena memang dari kecil semua anak saya sudah saya ajari untuk mandiri. Jika ada materi baru yang mereka belum paham, pasti saya atau papanya membantu menjelaskan. Pertanyaan yang diberikan oleh guru diusahakan mereka sendiri yang menjawab, kalau hasilnya kurang memuaskan pasti ada evaluasi dari guru dan orang tua. Project yang diberikan oleh sekolah, biasanya saya bertanya pada anak apa mereka paham, ide mereka bagaimana dan mau dibuat seperti apa. Saya mendorong anak-anak untuk bisa out of the box dan memberikan “lebih”. Bukan tujuannya untuk dapat nilai baik, tetapi lebih ke value karena memang kita harus memberikan yang terbaik.

Menurut saya pendampingan proses belajar ini memang upaya keras dari orang tua. Kebetulan anak saya 2. Tugasnya beda-beda, belum lagi tugas dari tempat les mereka masing-masing. Kalau yang memiliki anak banyak saya jamin orang tuanya pasti stress. Memang betul susah dan berat, tapi bukan mustahil. Kuncinya harus disiplin diri dalam membagi waktu

Kesan yang ingin saya sampaikan selama Study Home Learning Menurut saya kegiatan ini berhasil dengan baik. Anak-anak selalu excited kalau ada online class, apalagi sekarang semakin intens, sebelum waktunya online class dimulai Samantha sudah menyiapkan buku dan alat tulisnya serta duduk dengan wajah ekspresi kegembiraan yang nantinya akan bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Menurut saya ini bagus, karena menciptakan rutinitas belajar,  tanggung jawab serta kedisiplinan buat anak. Tugas-tugas yang diberikan tidak memberatkan dan sesuai dengan porsinya. Pelajaran yang dibawakan juga kreatif.

Pada awalnya memang tidak terbiasa, terutama untuk orang tua yang tidak terbiasa mengajari anak, karena harus membagi waktu. Home Learning ini salah satu proses menuju ke era modern  positif yang baik untuk guru, siswa, maupun orang tua siswa. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi dalam belajar dan memahami kalau belajar itu tidak selalu face to face, Guru-guru juga dapat lebih kreatif dan membuat anak belajar  dengan fun.


Oleh : Ibu Nathania Dewi Sutanto (orang tua dari Samantha Adrielle, kelas II-D) 

Student Experiments

Screenshot_20200518-162807_WhatsApp.jpgScreenshot_20200518-162555_WhatsApp.jpgScreenshot_20200518-162816_WhatsApp1.jpg

Learn From Home (LFH) membuat siswa menjadi kreatif. Itulah ungkapan perasaan beberapa orang tua di SD Kristen Petra 10. Hal ini dikarenakan kegiatan sekolah yang diberikan tidak hanya sebatas materi pelajaran saja namun siswa juga membuat sebuah eksperimen. Kegiatan tersebut tercermin ketika siswa diminta membuat eksperimen perubahan benda padat ke cair. Salah satu orang tua siswa kelas V berpendapat bahwa siswa merasa senang karena bisa langsung mempraktekkan teori dalam kehidupan nyata. Orang tua juga berpandangan bahwa aktivitas ini akan semakin mengasah kreativitas siswa untuk memikirkan ide-ide baru.

Awalnya siswa diminta membaca kemudian mempraktekkan dalam kehidupan nyata melalui video pembelajaran. Tentunya hal ini membuat anak semakin kreatif karena memikirkan konsep yang tidak biasanya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan aplikatif. Siswa juga merasa tertantang karena mereka akan memikirkan sebuah skenario menarik & memanfaatkan teknologi dalam proses pembuatannya. Kepuasan dirasakan anak terlebih bagi orang tua yang juga ikut mendampingi karena karya dibuat dengan penuh kesungguhan hati sehingga menjadi karya yang luar biasa. Semoga menginspirasi. Tuhan memberkati.   

Let’s Colour Your Easter Holiday

 IMG 20200421 WA0020  IMG 20200421 WA0049

 Let’s Colour Your Easter Holiday home learning Covid 19scrapbookphysical distancing & stay at home

Pilihan kegiatan yang ditawarkan tentunya menambah pengalaman belajar yang baru bagi siswa. Beberapa diantara mereka juga mengungkapkan kesannya seperti belajar percaya diri di depan kamera saat pembuatan video, belajar menjadi mandiri saat membantu orang tua, bersikap tenang dan berpikir kreatif saat membuat scrapbook. Secara keseluruhan semua siswa sangat antusias dalam pengerjaannya. Hal ini terlihat dari hasil kerja siswa yang bagus dan kreatif. Demikian gambaran kegiatan kami selama home learning. Tetap semangat dan sehat selalu teman-teman, #staystrong#stayhealthy#stayathome.  

Healthy Cooking

makan_sehat.jpgIMG_0821.jpgIMG_0606.jpgIMG_0746.jpg

Hari kamis pada bulan Februari adalah hari istimewa bagi siswa SD Kristen Petra 10. Menjadi istimewa karena adanya kegiatan memasak yang merupakan salah satu program basic life skill yang dilatihkan dengan tujuan untuk kemandirian siswa. Melalui kegiatan memasak diharapkan membantu siswa terbiasa untuk mandiri terutama ketika merasa lapar sehingga tidak harus selalu menunggu. Menu yang dilatihkan juga makanan sehat seperti sandwich dan jus buah dengan harapan dalam kesehariannya kelak, siswa juga memperhatikan pola makan.

Antusiasme siswa untuk mengikuti kegiatan ini sudah terlihat sejak pagi sebelum bel sekolah berbunyi. Salah satunya adalah siswa kelas III yang berlatih membuat sandwich. Mereka saling menunjukkan bahan yang dibawa dan merencanakan untuk berbagi makanan. Saat pengerjaannya pun mereka terlihat memperhatikan arahan guru dan membuatnya dengan penuh kesabaran dalam menata setiap lapisan bahan yang dipakai mulai dari sayur, timun, telor, daging dan roti. Kesabaran dalam pembuatan sandwich tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah mereka merasakan makanan yang dibuatnya.

Sama halnya dengan siswa kelas III, siswa kelas II juga menunjukkan antusiasmenya dalam pembuatan jus buah. Antusiasme menandakan adanya perasaan bahagia dalam diri siswa sehingga melalui kegiatan memasak ini menjadi sarana mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka terutama sensitivitas terhadap rasa yang didapat dari mengkombinasikan berbagai bahan yang ada untuk menghasilkan makanan yang istimewa. Demikian kegiatan kami. Semoga menginspirasi teman-teman semua.    

Entrepreneurship Kelas V

IMG_7313.jpgIMG_7296.jpgIMG_7305.jpg

Bersukacitalah siswa/i kelas V ketika mendengar bahwa mereka bertugas membuat sup buah untuk kegiatan entrepreneurship kali ini. Pada tanggal 18 Oktober 2019, mereka berkesempatan belajar membuat sup buah dengan cara berkelompok. Bahan – bahan yang dibutuhkan seperti buah – buahan, susu, es batu, dan jelly disediakan dari sekolah dan ada juga yang dibawa oleh para siswa. Mereka nampak bersemangat dalam kegiatan ini. Jangan takut mencoba hal – hal yang baru dan tentunya positif ya teman – teman.

boost the values reap the success