| |

Table Manner

table_manner_01.jpgtable_manner_02.jpg

Teman-teman tahu tidak apa yang dimaksud dengan table manner? Table manner adalah tata cara atau etika di meja makan, termasuk cara penggunaan alat makan yang benar. Nah, pada hari Sabtu, 11 April 2015, teman-teman kita di kelas I belajar tentang tata cara di meja makan. Mereka belajar cara menggunakan pisau dan garpu saat makan dengan benar, cara memotong makanan, cara memasukkan makanan ke dalam mulut, dan cara meletakkan pisau dan garpu setelah selesai makan. Selain itu, mereka juga belajar mengenai sikap badan yang baik saat makan termasuk posisi tangan di meja makan. Beberapa di antara mereka masih bingung dengan tata cara di meja makan, tetapi dengan bantuan guru mereka mau belajar cara makan yang baik. Mereka pun menyantap makanan yang disajikan sampai habis. Terima kasih Bapak/Ibu guru sudah membantu kami belajar hal baru. . .

 

 

Fruit Coctail

fruit_03.jpgfruit_04.jpgfruit_01.jpgfruit_02.jpg

Segarnya menikmati fruit cocktail di saat cuaca panas. Ya, pada hari Kamis, 19 Maret 2015, kami siswa-siswi kelas IV mengikuti kegiatan kewirausahaan dengan membuat fruit cocktail. Kami berbagi tugas untuk membawa bahan-bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat fruit cocktail. Berikut bahan-bahan yang harus kami siapkan, buah-buahan segar (melon, stroberi, semangka, pir, nanas), nata de coco, soda, sirup, dan es batu.

Apakah teman-teman tahu cara membuatnya? Pertama, irislah buah-buahan segar. Kemudian, taruh dalam panci besar. Tambahkan nata de coco, soda dan sirup secukupnya. Aduk merata. Untuk menyajikannya, kami menggunakan gelas berukuran sedang. Agar terasa lebih segar, teman-teman dapat menambahkan es batu. Fruit cocktail pun siap dinikmati. Mudah sekali, bukan? Ayo, teman-teman bisa mencobanya.

 

Let's Learn About Fraction

pembelajaran_02.jpgpembelajaran_01.jpg

Belajar Matematika itu mengasyikkan lho, teman-teman. Hal itu dirasakan oleh siswa-siswi kelas VI saat belajar Matematika tentang pecahan. Kami belajar untuk menghitung pembagian bilangan asli dengan pecahan biasa dengan alat peraga magnetic fraction strip (batang pecahan bermagnet) dan beberapa bahan lain seperti kertas origami, karton, dan kertas buffalo.

Dalam pembelajaran ini, kami dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4 siswa. Kami belajar menghitung pembagian bilangan asli dengan pecahan biasa menggunakan magnetic fraction strip dan kertas yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian. Kami berlomba untuk menemukan jawaban. Dengan cara ini, kami dapat menghitung dengan cepat dan benar. Kami pun dapat menemukan sendiri rumus menghitung pembagian bilangan asli dengan pecahan biasa. Seru lho, teman-teman.

 

Kegiatan Kewirausahaan


Kelas 3: Membuat Bola-bola Cokelat

Siapa yang suka cokelat? Pasti teman-teman suka, kan? Nah, pada tanggal 16 Oktober 2014 kami belajar membuat bola-bola cokelat, lho. Bentuknya menarik, rasanya pun enak. Mau tahu cara membuatnya? Sebelum membuatnya, siapkan semua bahan yaitu biskuit susu, susu kental manis cokelat dan meises. Langkah pertama, biskuit susu dihaluskan. Kemudian, tambahkan susu kental manis secukupnya. Aduk hingga tercampur secara merata. Setelah itu, bentuklah adonan biskuit dan susu tadi menjadi bola-bola kecil. Gunakan sarung tangan plastik yang bersih untuk membentuknya, ya. Jika semua adonan sudah dibentuk menjadi bola-bola kecil, taburkan meises di atas bola-bola tadi. Bola-bola cokelat sudah jadi dan siap disantap. Hmm … yummy.

Berkreasi Dengan Kertas

Dalam kegiatan prakarya kali ini, siswa-siswi kelas I SD Kristen Petra 10 mengembangkan kreativitas mereka dengan membuat berbagai bentuk hewan dan bunga yang lucu. Bahan yang dipergunakan adalah kertas kokoru, lem, gunting dan aksesoris pendukung.

Guru memberikan petunjuk singkat dan semua siswa mendengarkan dengan penuh perhatian. Sampai tiba waktunya mereka mempraktekkan sendiri. Siswa-siswi menggulung kertas kokoru dengan berbagai macam bentuk dan ukuran sehingga membentuk bermacam-macam hewan, seperti: tikus, domba, ulat, kelinci dan juga bunga yang cantik.

Semua siswa sangat antusias dalam membuat karyanya. Meski gagal, mereka tetap mencoba lagi. “YES! Aku bisa!”, “Ayo, Bu…, kapan membuat bonekanya?” begitulah komentar mereka yang lucu dan merasa tidak sabar untuk berkreasi sendiri. Siswa bebas menuangkan idenya dengan membuat bentuk-bentuk unik yang lain.

berkreasi-1.jpgberkreasi-4.jpgberkreasi-2.jpgberkreasi-5.jpgberkreasi-3.jpg

boost the values reap the success