| |

Segala Sesuatu ada Waktunya

Jumat adalah hari dimana anak-anak biasanya mengikuti suatu kegiatan non-akademik, entah itu KGB (Kompas Generasi Baru) ataupun PD (Persekutuan Doa). Minggu ke 2 bulan ini adalah waktunya PD diadakan. Tema yang diangkat adalah “Segala Sesuatu ada Waktunya”. Dalam keadaan pandemic seperti sekarang ini, para guru harus mengasah otak dan ide agar bisa mempersembahkan hal yang menarik siswa/ siswi. Itupun yang terjadi pada PD kali ini.  Kegiatan ini dikemas dalam video yang apik, dimana melibatkan beberapa guru dan siswa kelas 5 yang mengikuti ELS paduan suara. Ada tambahan kegiatan menarik lho di akhir videonya. Ingin tahu lebih lengkapnya? Saksikan videonya ya…

Learning Instruments with Super Wings

Mata pelajaran seni musik tidak hanya menarik perhatian lewat suara saja, visual pun juga bisa disegarkan oleh mata pelajaran ini. Kali ini mapel seni musik menyuguhkan hal yang menarik minat anak-anak dalam belajar berbagai alat musik.  Dalam video yang berdurasi kurang lebih 6 menit, ditampilkanlah karakter animasi Super Wings yang sedang berjalan-jalan ke museum untuk mencari beberapa alat musik. Seperti misi Super Wings, video ini menampilkan beragam alat musik untuk diperkenalkan kepada siswa/ siswi terkhususnya kelas 1 SD Kristen Petra 10. Sungguh sesuatu yang attractive untuk anak-anak belajar melalui metode seperti ini. Selain mereka bisa belajar dengan mudah, mereka pun juga bisa terhibur dengan menonton animasinya. Luar biasa ya, kalian juga bisa menikmati videonya, lho…

Rindu Sekolah

Rindu Sekolah, ungkapan yang sangat menggambarkan video yang dipersembahkan oleh siswa/siswi kelas 4B, SD Kristen Petra 10. Di video tersebut ditampilkan  anak-anak yang sedang asyik melakukan kegiatan rumah mereka masing-masing, tiba-tiba berubah setelah mereka menerima buku  tulis mereka. Mereka berganti dresscode, dimana mereka mengenakan baju seragam putih merah lengkap dengan atribut sekolah mereka. Nampak sekali kerinduan mereka untuk bisa masuk kembali ke sekolah. Semangat inipun tersampaikan kepada teman-teman mereka dan bapak/ ibu guru. Perasaan rindu itu pun bisa dikemukakan menjadi konten yang menarik bila kita mau terus belajar. Teman-teman kita kelas  4 saja bisa, begitupun juga kalian. Tetap semangat memberikan yang terbaik ya…

Everything Has Its Time

Screenshot_20200518-161959_Samsung_Internet.jpgWhatsApp_Image_2020-05-18_at_10.08.08.jpeg

Everything has its time itulah judul Persekutuan Doa (PD) SD Kristen Petra 10 yang berlangsung tanggal 15 Mei 2020. Berbeda dengan kegiatan PD sebelumnya, kali ini dilakukan secara online dengan menggunakan media pembelajaran video. Home learning membuat siswa juga beradaptasi dengan situasi yang ada tanpa menghilangkan arti kekhusyukan dalam memahami pesan firman Tuhan. Siswa cukup membuka gadget/laptop dan menyiapkan diri mendengarkan firman.

Video PD yang dikemas dengan sangat menarik ini menggambarkan tentang pentingnya arti sebuah proses yang mengutip bacaan injil di Pengkotbah 3:13. Video tersebut, mengilustrasikan tentang manfaat kita menanam tanaman cabe yang akhirnya disaat kita sungguh merawatnya akan dapat memetik hasilnya dikemudian hari. Sama halnya dalam kehidupan apabila kita tekun dalam menjalani setiap proses belajar akan tiba saatnya kelak kita pasti juga menuai hasilnya.

Dalam video PD tersebut juga menampilkan tim paduan suara SD Kristen Petra 10 yang menyanyikan lagu “Tak Terukur Kasihmu Yesus”. Hal yang berbeda adalah dalam proses pembuatan lagu yang dilakukan di rumah. Semangat & antusiasme siswa terlihat dalam proses pembuatannya dan menghasilkan sebuah karya pujian yang luar biasa. Itulah sekilas kegiatan kami dimasa home learning ini. Semoga menginspirasi & memberi semangat melayani ya teman-teman. Tuhan Yesus Memberkati

Testimoni orang tua Samantha kelas II-D

WhatsApp_Image_2020-05-16_at_14.22.04.jpeg_DSC0967.jpg1590651544678_WhatsApp_Image_2020-05-16_at_14.19.40.jpeg

Proses mendampingi belajar buat saya sebagai orang tua itu pilihan, mau dibuat menyenangkan atau stress. Karena pada saat mendampingi anak belajar, maka semua pekerjaan orang tua harus ditinggal dulu. Tetapi saya tidak mengalami kesulitan karena memang dari kecil semua anak saya sudah saya ajari untuk mandiri. Jika ada materi baru yang mereka belum paham, pasti saya atau papanya membantu menjelaskan. Pertanyaan yang diberikan oleh guru diusahakan mereka sendiri yang menjawab, kalau hasilnya kurang memuaskan pasti ada evaluasi dari guru dan orang tua. Project yang diberikan oleh sekolah, biasanya saya bertanya pada anak apa mereka paham, ide mereka bagaimana dan mau dibuat seperti apa. Saya mendorong anak-anak untuk bisa out of the box dan memberikan “lebih”. Bukan tujuannya untuk dapat nilai baik, tetapi lebih ke value karena memang kita harus memberikan yang terbaik.

Menurut saya pendampingan proses belajar ini memang upaya keras dari orang tua. Kebetulan anak saya 2. Tugasnya beda-beda, belum lagi tugas dari tempat les mereka masing-masing. Kalau yang memiliki anak banyak saya jamin orang tuanya pasti stress. Memang betul susah dan berat, tapi bukan mustahil. Kuncinya harus disiplin diri dalam membagi waktu

Kesan yang ingin saya sampaikan selama Study Home Learning Menurut saya kegiatan ini berhasil dengan baik. Anak-anak selalu excited kalau ada online class, apalagi sekarang semakin intens, sebelum waktunya online class dimulai Samantha sudah menyiapkan buku dan alat tulisnya serta duduk dengan wajah ekspresi kegembiraan yang nantinya akan bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Menurut saya ini bagus, karena menciptakan rutinitas belajar,  tanggung jawab serta kedisiplinan buat anak. Tugas-tugas yang diberikan tidak memberatkan dan sesuai dengan porsinya. Pelajaran yang dibawakan juga kreatif.

Pada awalnya memang tidak terbiasa, terutama untuk orang tua yang tidak terbiasa mengajari anak, karena harus membagi waktu. Home Learning ini salah satu proses menuju ke era modern  positif yang baik untuk guru, siswa, maupun orang tua siswa. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi dalam belajar dan memahami kalau belajar itu tidak selalu face to face, Guru-guru juga dapat lebih kreatif dan membuat anak belajar  dengan fun.


Oleh : Ibu Nathania Dewi Sutanto (orang tua dari Samantha Adrielle, kelas II-D) 

boost the values reap the success